Thursday, September 25, 2008

25-Sept-08

Hari ini agak sepi kerjaan di kantor, bawaannya udah mo liburan kalee...
so, isa punya banyak waktu untuk web browsing..

Baca blognya C Rika and Milka .. bukan orang terkenal sich.. hehe
tapi mbaca blog nya itu lo....Hmm bener2 sangat terberkati.

Sharing hidup, sharing pemikiran, sharing pergumulan, sharing kreativitas, dll
yang sangat menggugah... Very inspiring me..

Teruslah menulis kawan... !!

GBU

-gbx
(pembaca setia..n' moga2 juga bisa jadi pen-support yg setia)

Wednesday, September 17, 2008

Lentera Jiwa!!


"Kick" Andy f Noya -

Banyak yang bertanya mengapa saya mengundurkan diri sebagai pemimpin
redaksi Metro TV. Memang sulit bagi saya untuk meyakinkan setiap orang
yang bertanya bahwa saya keluar bukan karena ¡pecah kongsi¢ dengan Surya
Paloh, bukan karena sedang marah atau bukan dalam situasi yang tidak
menyenangkan. Mungkin terasa aneh pada posisi yang tinggi, dengan ¡power¢
yang luar biasa sebagai pimpinan sebuah stasiun televisi berita, tiba-tiba
saya mengundurkan diri.

Dalam perjalanan hidup dan karir, dua kali saya mengambil keputusan sulit.
Pertama, ketika saya tamat STM. Saya tidak mengambil peluang beasiswa ke
IKIP Padang. Saya lebih memilih untuk melanjutkan ke Sekolah Tinggi
Publisistik di Jakarta walau harus menanggung sendiri beban uang kuliah.
Kedua, ya itu tadi, ketika saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari
Metro TV.

Dalam satu seminar, Rhenald Khasali, penulis buku Change yang saya kagumi,
sembari bergurau di depan ratusan hadirin mencoba menganalisa mengapa saya
keluar dari Metro TV. ¡¢Andy ibarat ikan di dalam kolam. Ikannya terus
membesar sehingga kolamnya menjadi kekecilan. Ikan tersebut terpaksa harus
mencari kolam yang lebih besar.¢¢

Saya tidak tahu apakah pandangan Rhenald benar. Tapi, jujur saja, sejak
lama saya memang sudah ingin mengundurkan diri dari Metro TV. Persisnya
ketika saya membaca sebuah buku kecil berjudul Who Move My Cheese.Bagi
Anda yang belum baca, buku ini bercerita tentang dua kurcaci. Mereka hidup
dalam sebuah labirin yang sarat dengan keju. Kurcaci yang satu selalu
berpikiran suatu hari kelak keju di tempat mereka tinggal akan habis.
Karena itu, dia selalu menjaga stamina dan kesadarannya agar jika keju di
situ habis, dia dalam kondisi siap mencari keju di tempat lain.
Sebaliknya, kurcaci yang kedua, begitu yakin sampai kiamat pun persediaan
keju tidak akan pernah habis.

Singkat cerita, suatu hari keju habis. Kurcaci pertama mengajak sahabatnya
untuk meninggalkan tempat itu guna mencari keju di tempat lain. Sang
sahabat menolak. Dia yakin keju itu hanya ¡dipindahkan¢ oleh seseorang dan
nanti suatu hari pasti akan dikembalikan. Karena itu tidak perlu mencari
keju di tempat lain. Dia sudah merasa nyaman. Maka dia memutuskan menunggu
terus di tempat itu sampai suatu hari keju yang hilang akan kembali. Apa
yang terjadi, kurcaci itu menunggu dan menunggu sampai kemudian mati
kelaparan. Sedangkan kurcaci yang selalu siap tadi sudah menemukan labirin
lain yang penuh keju. Bahkan jauh lebih banyak dibandingkan di tempat
lama.

Pesan moral buku sederhana itu jelas: jangan sekali-kali kita merasa
nyaman di suatu tempat sehingga lupa mengembangkan diri guna menghadapi
perubahan dan tantangan yang lebih besar. Mereka yang tidak mau berubah,
dan merasa sudah nyaman di suatu posisi, biasanya akan mati digilas waktu.

Setelah membaca buku itu, entah mengapa ada dorongan luar biasa yang
menghentak-hentak di dalam dada. Ada gairah yang luar biasa yang mendorong
saya untuk keluar dari Metro TV. Keluar dari labirin yang selama ini
membuat saya sangat nyaman karena setiap hari ¡keju¢ itu sudah tersedia di
depan mata. Saya juga ingin mengikuti ¡lentera jiwa¢ saya. Memilih arah
sesuai panggilan hati. Saya ingin berdiri sendiri.

Maka ketika mendengar sebuah lagu berjudul ¡Lentera Jiwa¢ yang dinyanyikan
Nugie, hati saya melonjak-lonjak. Selain syair dan pesan yang ingin
disampaikan Nugie dalam lagunya itu sesuai dengan kata hati saya, sudah
sejak lama saya ingin membagi kerisauan saya kepada banyak orang.

Dalam perjalanan hidup saya, banyak saya jumpai orang-orang yang merasa
tidak bahagia dengan pekerjaan mereka. Bahkan seorang kenalan saya, yang
sudah menduduki posisi puncak di suatu perusahaan asuransi asing, mengaku
tidak bahagia dengan pekerjaannya. Uang dan jabatan ternyata tidak
membuatnya bahagia. Dia merasa ¡lentera jiwanya¢ ada di ajang pertunjukkan
musik. Tetapi dia takut untuk melompat. Takut untuk memulai dari bawah.
Dia merasa tidak siap jika kehidupan ekonominya yang sudah mapan
berantakan. Maka dia menjalani sisa hidupnya dalam dilema itu. Dia tidak
bahagia.

Ketika diminta untuk menjadi pembicara di kampus-kampus, saya juga
menemukan banyak mahasiswa yang tidak happy dengan jurusan yang mereka
tekuni sekarang. Ada yang mengaku waktu itu belum tahu ingin menjadi apa,
ada yang jujur bilang ikut-ikutan pacar (yang belakangan ternyata putus
juga) atau ada yang karena solider pada teman. Tetapi yang paling banyak
mengaku jurusan yang mereka tekuni sekarang -- dan membuat mereka tidak
bahagia -- adalah karena mengikuti keinginan orangtua.

Dalam episode Lentera Jiwa (tayang Jumat 29 dan Minggu 31 Agustus 2008),
kita dapat melihat orang-orang yang berani mengambil keputusan besar dalam
hidup mereka. Ada Bara Patirajawane, anak diplomat dan lulusan Hubungan
Internasional, yang pada satu titik mengambil keputusan drastis untuk
berbelok arah dan menekuni dunia masak memasak. Dia memilih menjadi koki.
Pekerjaan yang sangat dia sukai dan menghantarkannya sebagai salah satu
pemandu acara masak-memasak di televisi dan kini memiliki restoran
sendiri. ¡¢Saya sangat bahagia dengan apa yang saya kerjakan saat ini,¢¢
ujarnya. Padahal, orangtuanya menghendaki Bara mengikuti jejak sang ayah
sebagai dpilomat.

Juga ada Wahyu Aditya yang sangat bahagia dengan pilihan hatinya untuk
menggeluti bidang animasi. Bidang yang menghantarkannya mendapat beasiswa
dari British Council. Kini Adit bahkan membuka sekolah animasi. Padahal,
ayah dan ibunya lebih menghendaki anak tercinta mereka mengikuti jejak
sang ayah sebagai dokter.

Simak juga bagaimana Gde Prama memutuskan meninggalkan posisi puncak
sebuah perusahaan jamu dan jabatan komisaris di beberapa perusahaan.
Konsultan manajemen dan penulis buku ini memilih tinggal di Bali dan
bekerja untuk dirinya sendiri sebagai public speaker.

Pertanyaan yang paling hakiki adalah apa yang kita cari dalam kehidupan
yang singkat ini? Semua orang ingin bahagia. Tetapi banyak yang tidak tahu
bagaimana cara mencapainya.

Karena itu, beruntunglah mereka yang saat ini bekerja di bidang yang
dicintainya. Bidang yang membuat mereka begitu bersemangat, begitu gembira
dalam menikmati hidup. ¡¢Bagi saya, bekerja itu seperti rekreasi. Gembira
terus. Nggak ada capeknya,¢¢ ujar Yon Koeswoyo, salah satu personal Koes
Plus, saat bertemu saya di kantor majalah Rolling Stone. Dalam usianya
menjelang 68 tahun, Yon tampak penuh enerji. Dinamis. Tak heran jika malam
itu, saat pementasan Earthfest2008, Yon mampu melantunkan sepuluh lagu
tanpa henti. Sungguh luar biasa. ¡¢Semua karena saya mencintai pekerjaan
saya. Musik adalah dunia saya. Cinta saya. Hidup saya,¢¢ katanya.

Berbahagialah mereka yang menikmati pekerjaannya. Berbahagialah mereka
yang sudah mencapai taraf bekerja adalah berekreasi. Sebab mereka sudah
menemukan lentera jiwa mereka.

Rabu Sickness

Udah beberapa kali hari rabu selalu merasakan hal yang sama ni....
Fiugh!!.. Enaknya ntik mau ngapain ya...

somebody help.. hehe
badan bole d kantor, tapi pikiran terus merana ni...
BPH help me!!

comeon guyzz semangat
tetap andalkan Tuhan!!

1Pe 4:10 "Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah."

Tuesday, August 26, 2008

Aplikasi dikirim!!

Jam 4:13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung",
Jam 4:14
sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.
Jam 4:15 Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu."

Pro 3:5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

God, i lean on my life unto Your loving arm, Amen

Tuesday, August 12, 2008

Apa arti Pahlawan Bagiku?!

Apa arti perjuangan pahlawan bagi kita?!

Bukan perkara mudah memang bagi kita generasi saat ini untuk bisa menghayati apa arti perjuangan para pahlawan.
Selain bersyukur karena kemerdekaan itu sendiri, sebetulnya ada banyak "falsafah" hidup yang bisa kita pelajari dari mereka.
Salah satu yang paling menonjol adalah semangat untuk terus berjuang sampai tewujudnya sebuah tujuan, kalau para pahlawan itu ya sampai satu kata terucap "MERDEKA!!!".

Dalam kehidupan ini kita memang dituntut dan memang sudah seharusnya menanamkan semangat seperti itu. Semangat terus belajar yang mengokohkan karakter seseorang. Benar sekali ungkapan ini bahwa bangku sekolah yang paling baik adalah bangku sekolah kehidupan.

Berikut tersaji 10 kebiasaan remaja (dan mungkin juga kita ;p) saat ini yg kontradiktif dengan semangat diatas :
1. Maen game
2. Nongkrong
3. Nggosip
4. Shoping
5. Nonton bokep
6. Merokok
7. Nonton film Korea
8. Friendster, My sapce, dll
9. Baca komik
10. Ngisengin orang
(diambil dari koran SINDO, November 207)
kebiasaan buruk yang sangat mudah membuat para remaja addicted, dan "membuang-membuang" waktu yang sebetulnya merupakan Golden Age itu. So.. hati-hatilah n' be aware.. Mungkin saja salah satu atau beberapa gejala di atas menyerang kita.

Lalu bagaimana cara untuk memaksimalkan diri untuk terus berkembang?
jadilah "VIP" person

V --> Visi
Ef 4: 13-16
(Eph 4:15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. )

Kita sebagai orang-orang yang sudah merdeka dari hukum dosa yang membelenggu, wajib mengisi "kemerdekaan" itu dengan satu tujuan yang jelas yaitu untuk terus bertumbuh ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

Paling tidak dengan mengetahui dan mengingat lagi panggilan hidup ita ini, semakin memtotivasi kita untuk terus berjuang mengembangkan diri. Dengan perspektif yang benar pula tentunya. Itulah yang dimaksud dengan VISI hidup.

Seperti kata Rick Warren dalam PDL : The way you see your live shapes your live


I --> Integritas

Kita sangat perlu untuk mengambil langkah-langkah tegas untuk membuat hidup kita semakin efektif

Katakan "ya" untuk sesuatu yang memang benar2 "ya"
benar-benar benar
benar-benar menunjang tujuan dan visi hidup kita
benar-benar mendukung kita untuk lebih mengasihi Tuhan dan sesama.

Katakan "tidak" untuk setiap godaan yang datang untuk menggoyahkan kita.


Memadankan perkataan dengan tindakan kita itu adalah kejujuran
memadankan tindakan dengan perkataan kita itu adalah integritas.


P --> Proritas
Ef 5:15-16
(Eph 5:15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
Eph 5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.)

tawaran-tawaran itu akan selalu datang kepada kita
oleh karena itu sangat penting apa yang namanya prioritas.

Mana yang terpenting dalam hidupku
mana yang penting, dan yang kurang penting
mana yang primer, mana yang sekunder,
mana yang sekarang, mana yang nanti,
mana yan benar dan baik, mana yang tidak
dlsb

so pintar2 lah membuat skala prioritas dalam hidup ini sambil terus dibungkus dalam ketaatan penuh kepada Tuhan.

Selamat menjadi "VIP" person!!!

PerGab Remaja GKI Kutisari dan GKI Ngagel, 9 Agustus 2008

Thursday, July 31, 2008

Kamp Pemuda GKI Sinode (W) JaTim 2008



Minggu-Selasa 27-29 Juli 2008;

Lega, mungkin itu kata yang tepat mewakili selesainya kamp pemuda GKI Jatim kemaren, betapa tidak perjuangan melelahkan mulai tahun 2004 (setidaknya itu yang dikatakan
Wahyudi Ketua kamp) akhirnya terwujud juga, dan terbayar lunas dengan sebuah harapan untuk pemuda GKI Jatim yang lebih efektif lagi untuk pekerjaanNya di dunia, Amin.

Persiapan yang tidak mudah :

Merencanakan sebuah pertemuan/ conference/ kamp untuk seluruh pemuda GKI di Jawa Timur (± 30 Gereja termasuk bajem dan pos).

Dengan panitia dari berbagai macam GKI (setidaknya 15 GKI),belum lagi berbagai pelayanan mereka di KPJS (Komisi Pemuda Jemaat Setempat)

Tingkat kesulitan yang bertambah dengan kultur bergereja kita yang penuh dengan budaya organisasi yang teratur..

so... yakinlah bahwa perjuangan ini bukanlah perjuangan yang sederhana tetapi sekali lagi bersyukur kalau Tuhan tempatkan dan tetapkan orang2 yang terus punya hati untuk adanya kesatuan Pemuda/i GKI se Jatim

Sekilas tentang kamp ini :
Wacana kamp ini bermula dari kerinduan sekelompok pemuda GKI Jatim untuk adanya sebuah jaringan pemuda GKI Jatim. Dari beberapa kali acara kebersamaan (persekutuan, perayaan Natal, dll) akhirnya timbul sebuah keinginan untuk adanya "youth conference" pemuda GKI jatim. Proposal pun disusun, dan setelah melalui proses yang berliku, melelahkan tetapi patut untuk dijalani (-Kata pengantar buku Acara)akhirnya muncullah
kamp ini yang di desain untuk embrio sebuah jejaring pemuda GKI Jatim yang akan dilanjutkan dengan berbagai pelatihan2.

Dalam struktur organisasi kamp ini diwadahi oleh Komisi Pemuda GKI Klasis. Klasis Madiun, Bojonegoro, dan Banyuwangi. Masing-masing klasis mengirimkan 30 perwakilan terdiri dari Pengurus dan/atau BPH KPJS dan pengurus klasis.

Jalannya kamp:
Hari Minggu, peserta dari berbagai gereja datang dengan model perjalanan mereka masing masing.(cth, peserta dari GKI Jember harus naik Travel -pindah bis- pindah angkot dan akhirnya harus naik ojek...hmm perjalanan yang berliku ;P) Sayang ada beberapa GKI yang tidak mengirimkan wakilnya, peserta terbentang dari GKI Madiun dan paling jauh adalah GKI Banyuwangi di ujung timur Pulau Jawa.

Setelah daftar ulang dan foto untuk keplek, acara dibuka dengan perkenalan kontingen, dengan multimedia yang baik, peserta diajak berkeliling Jatim lewat panduan Goggle Earth. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi 1 tentang "Komuni-kasih" bagaimana kita bisa menembus sulitnya berkomunikasi dalam konteks pelayanan kita di GKI dengan berbagai macam proses birokrasi dan komunikasi (rapat ,red) yang ada. Di sana kita diajak untuk berperan sebagai pengurus komisi pemuda dan ada juga yang mencoba memposisikan dirinya sebagai MJ dengan segala pola pikirnya. Pembicara sesi sedianya adalah Bpk Takim A dari DPP SDM Sinwil Jatim, namun karena kondisi kesehatan yang
kurang baik maka digantikan oleh Bp Wahyudi L, juga dari DPP SDM.

Hari Kedua diwalai dengan saat teduh kelompok per kamar.Kemudian sesi tentang "Siapa dan dimana kita" bercerita tentang posisi GKI dan segala keunikan dan ke khas-annya, semoga saja dengan semakin mengenal maka kita isa memberikan penghayatan yang tepat. Sesi ini dibawakan oleh Pdt.Timotius Wibowo dari GKI Resud. Setelah itu diadakan outdoor activity, lewat kegiatan inilah keakraban itu dibangun sambil terus belajar tentang banyak poin2 pembelejaran.Lewat outbond inilah peserta peserta mulai menunjukkan "wajah2 aslinya" ;)
Sesi malam hari dibawakan dengan apik oleh Pdt Lindawati Mismanto (GKI Manyar). Pada sesi itu saya berkesempatan menjadi tim doa, sempat muncul kekawatiran akan kondisi peserta yang sudah lelah, tetapi syukurlah sesi boleh berjalan dengan baik,dan saya yakin Tuhan terus menolong dan bekerja dalam setiap kesempatan yang ada. Malam hari itu kita belajat tentang "Kekuatan Jaringan", setidaknya memang demikianlah kehidupan kita, kita membutuhkan orang lain dalam hidup ini dan memang tidak di set untuk hidup seorang diri. Dalam konteks yang lebih luas, pemuda GKI seharusnya menyadari bahwa
salah satu potensi kuat yang kita miliki adalah jaringan itu sendiri, GKI berada di berbagai daerah alangkah indahnya jika kita semua bisa bersatu. Bersatu,bersehati, sepikiran, setujuan untuk melayani Tuhan dan sesama.

Hari ketiga dimulai dengan Sesi "Mengapa kita berliturgi?" disini kita belajar tentang arti dan makna liturgi dalam kebaktian kita,dan dalam hubungannya dengan kepemudaan kita.Bagaimana kita bisa "mengemas" kebaktian pemuda yang mewakili kebutuhan pemuda namun tetap dalam tataran ataupun alur2 pemahaman yang tepat. So,harapannya adalah bukan lagi pertanyaan seperti : "Boleh nggak kebaktian GKI pakai drum?","Boleh nggak pakai lagu di luar KJ NKB?" "Boleh tepuk tangan atau nggak sich?", dsb, namun kita disini sebagai pengurus2 di masing2 gereja mampu memberikan
penjelasan yang baik buat teman pemuda yang lain, serta terus eksplorasi sebuah ibadah yang berjiwa muda, namun tetap dalam pemahaman yang benar pula tentunya. Semoga!!

Sesi terakhir ditutup dengan panggilan untuk kerjakan bagianmu di gerajamu masing2 "Do Your Part!!". Sesi terakir ini diawali dengan Praise and Worship, pemuda diajak untuk memuji dan meyembah Tuhan lewat lagu2 dan doa yang dinyanyikan.Sesi ini dipimpin oleh Pdt Wahyu Pramudya, Wepe (begitulah beliau biasa dipanggil) mengajak perserta eksposisi tentang tokoh Yesaya, dalam Yesaya 6:1-11. Kita diajar bagaimana
memiliki Mata seorang pelayan (-yg bisa melihat jauh ke dalam kehadiran Tuhan daripada hanya melihat fenomena2 yang ada), hati seorang pelayan (-hati yang terus menyadari posisi diri di hadapan Tuhan), dan tangan dan kaki seorang pelayan (-yang mau taat akan apa yang Tuhan mau kerjakan untuk seorang pelayan). Di akhir sesi Wepe juga mengingatkan kita bahwa tatkala kita ingin melihat adanya sebuah perubahan dalam komunitas pelayanan kita maka hal yang mutlak adalah ketika perubahan2 itu diawali dengan adanya perubahan2 individu2 yang ada, terutama para pemimpin2nya.

Acara kamp diakiri dengan foto-foto bersama, dan kemudian kita peserta "diutus" kembali ke GKI setempat dengan semangat yang baru untuk melayani dan yang pasti untuk membagikan berkat2 yang sudah didapat melalui kamp ini. Sampai jumpa pada acara2 follow up dari kamp ini.

Refleksi pribadi :
1.Di tengah kinerja panitia yang mungkin tidak maksimal (terutama dalam detailing)saya sungguh menyadari Tuhan yang bekerja lewat semuanya, Tuhan jadikan segala sesuatunya baik adanya , Amazing, Thx God

2. Menurut saya kombinasi kamp ini sangat proporsional, suananya santai, kearabannya dapat, tetapi disisi lain juga kita mendapat pembinaan yang memperkaya kognitif kita, jiwa kita (-emosi) juga disentuh (disegarkan ,red). Very good. Apalagi ada PA nya juga wah keren2..

3. Peserta2nya juga membanggakan (ndak nakal2) sangat mudah diatur dan diarahkan, sampai2 panitia yang kewalahan karena jadi kelihatan molornya hehe. So, i think ini sebuah permulaan yang sangat baik, tinggal bagaimana mereka terus dipoles menjadi pelayan2 Tuhan yang dewasa dan efektif.

4. Panitia pun sangat baik, bener2 orang yang sudah ekspert di bidangnya, dan yang lebih membagakan menurut saya adalah kedewasaan mereka,saya banyak belajar dari personal2 mereka. Terus berkarya Frendz, Tuhan menyertai kita selalu.

5. Diatas semuanya saya secara pribadi kembali disegarkan dalam semangat untuk terus melayani Tuhan lewat teman2 pemuda yang Tuhan percayakan di GKI Kutisari Indah, rasannya banyak yang pengen saya bagi dan ajarkan buat mereka hehehe. Paling tidak salah satunya ya lewat tulisan ini.. ;) Salam.


dari sudut pandang seorang peserta sekaligus panitia.
Andri- (beserta kontingen yang lain : Angel, Agnes, Tinus)

Wednesday, June 4, 2008

Aku bisa Melayani..

Melayani itu Respon..
Respon atas karunia2Nya yang ajaib..

Melayani itu kehormatan..
Kehormatan untuk disebut sebagai pelayan2 Tuhan..

Melayani itu Proses..
Proses belajar untuk berubah dan mengubahkan..

Melayani itu Semangat
Semagat untuk memberikan yang terbaik..

Melayani itu Sakit
Sakit karena harus terus sangkal diri..

Melayani itu Malu
Malu untuk sebuah kerajinan yang mulai kendor..

Melayani itu Komitmen
Komitmen dengan Roh yang terus menyala-nyala..

Melayani itu Aku
Aku untuk Tuhanku dan sesamaku...

Inspired by :
iklan 100 th kebangkitan Indonesia,
Fun Gathering KPR 4-06-2008

Me

Me

About Me

Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia
All the way my savior leads me, what have i to ask beside